Blog · Aksesibilitas

Cara Membuat Event Ramah Tuli

Membuat acara ramah Tuli tidak rumit jika direncanakan sejak awal. Ikuti langkah-langkah praktis berikut agar peserta Tuli dapat mengikuti setiap sesi dengan setara.

Event ramah Tuli adalah acara yang dirancang agar peserta Tuli dapat menerima informasi dan berpartisipasi penuh, sama seperti peserta dengar lainnya. Kuncinya ada pada empat hal: menyediakan juru bahasa isyarat, menampilkan *teks langsung (caption/CART), menyiapkan penanda dan informasi visual, serta memastikan tata kursi dan garis pandang* yang jelas. Semua ini paling mudah dicapai bila dipikirkan sejak tahap perencanaan, bukan di menit-menit terakhir.

Artikel ini memandu Anda langkah demi langkah — mulai dari perencanaan, kesiapan teknis, hingga hari pelaksanaan — agar acara Anda benar-benar dapat diakses teman Tuli. Cocok untuk panitia seminar, konferensi, peluncuran produk, hingga acara komunitas.

Apa yang membuat sebuah event "ramah Tuli"

Ramah Tuli berarti informasi audio pada acara juga tersedia dalam bentuk visual — melalui bahasa isyarat dan teks — sehingga peserta Tuli tidak kehilangan satu pun bagian penting. Perlu diingat, komunitas Tuli beragam: sebagian mengandalkan bahasa isyarat, sebagian lebih terbantu dengan teks, dan sebagian membutuhkan keduanya. Karena itu, acara yang benar-benar inklusif menyediakan beberapa jalur akses sekaligus.

Prinsip sederhananya: apa pun yang bisa didengar peserta lain, harus bisa "dilihat" oleh peserta Tuli — lewat isyarat, teks, atau keduanya.

Langkah 1: Rencanakan aksesibilitas sejak awal

Aksesibilitas jauh lebih murah dan mulus bila dimasukkan ke dalam anggaran dan jadwal sejak hari pertama. Tambahkan pertanyaan “Apakah Anda membutuhkan akomodasi seperti juru bahasa isyarat atau teks langsung?” pada formulir pendaftaran. Data ini membantu Anda menyiapkan layanan yang tepat sesuai jumlah dan kebutuhan peserta.

  1. Alokasikan anggaran untuk juru bahasa isyarat dan teks langsung sejak awal.
  2. Tanyakan kebutuhan akses di formulir registrasi, bukan diasumsikan.
  3. Tetapkan satu penanggung jawab aksesibilitas dalam kepanitiaan.
  4. Pesan layanan lebih dini, terutama untuk acara besar atau tanggal ramai.

Langkah 2: Sediakan juru bahasa isyarat

Juru bahasa isyarat adalah tulang punggung acara ramah Tuli. Ia menerjemahkan sambutan, presentasi, dan sesi tanya-jawab secara langsung ke dalam bahasa isyarat, sekaligus menyuarakan pertanyaan peserta Tuli. Beberapa hal yang perlu Anda siapkan:

  • Sistem isyarat yang sesuai — BISINDO umumnya paling disukai komunitas Tuli, sementara SIBI lebih formal. Bila ragu, tanyakan preferensi peserta.
  • Dua juru bahasa untuk acara panjang, karena mereka perlu bergantian agar konsentrasi dan akurasi terjaga.
  • Posisi yang terlihat jelas — dekat pembicara atau layar, dengan pencahayaan yang cukup di wajah dan tangan.
  • Materi lebih awal — rundown, naskah sambutan, dan daftar istilah khusus agar terjemahan lebih akurat.

Untuk acara yang menghadirkan pembicara asing, layanan ini dapat dipadukan dengan jasa interpreter bahasa lisan agar semua jalur bahasa tersambung.

Langkah 3: Tampilkan teks langsung (caption / CART)

Tidak semua peserta Tuli menggunakan bahasa isyarat, dan peserta dengan gangguan pendengaran ringan pun sangat terbantu oleh teks. CART (Communication Access Realtime Translation) adalah layanan penulisan ucapan menjadi teks secara langsung yang ditayangkan di layar. Alternatif lainnya adalah live caption dari platform digital untuk sesi daring.

  • Tayangkan teks pada layar yang mudah dibaca, dengan kontras tinggi dan ukuran huruf besar.
  • Jika memungkinkan, gunakan layar terpisah agar teks tidak menutupi slide presentasi.
  • Uji keterbacaan teks dari kursi paling belakang sebelum acara dimulai.

Langkah 4: Perkuat informasi dan penanda visual

Peserta Tuli mengandalkan mata untuk mendapatkan informasi yang biasanya disampaikan lewat pengumuman suara. Perkuat seluruh alur acara dengan elemen visual yang jelas.

  1. Signage yang jelas menuju registrasi, ruang acara, toilet, dan jalur evakuasi.
  2. Jadwal dan pengumuman tertulis di layar atau papan, bukan hanya lewat pengeras suara.
  3. Tanda visual untuk pergantian sesi — misalnya perubahan slide atau lampu, bukan sekadar bel.
  4. Notifikasi darurat visual — lampu berkedip atau teks di layar bila terjadi keadaan darurat.

Langkah 5: Atur tata kursi dan garis pandang

Akses visual hanya berguna jika peserta Tuli benar-benar dapat melihat juru bahasa, layar teks, dan wajah pembicara tanpa terhalang.

  • Sediakan area duduk prioritas di depan dengan pandangan langsung ke juru bahasa dan layar.
  • Pastikan tidak ada penghalang seperti tiang, dekorasi tinggi, atau kepala peserta lain.
  • Atur pencahayaan panggung agar wajah pembicara dan juru bahasa tetap terlihat, tidak backlight.
  • Untuk diskusi meja bundar, atur posisi agar peserta Tuli dapat melihat semua wajah pembicara.

Langkah 6: Siapkan dan sadarkan panitia

Teknologi dan layanan terbaik pun bisa gagal bila panitia tidak tahu cara berinteraksi. Beri pengarahan singkat kepada tim, terutama petugas registrasi dan pemandu acara.

  • Berbicara menghadap peserta Tuli, dengan tempo wajar dan bibir terlihat jelas.
  • Berkomunikasi langsung dengan peserta Tuli, bukan hanya kepada juru bahasanya (“tanyakan pada beliau”, bukan “tanyakan pada dia”).
  • Menyediakan kertas dan pena atau aplikasi teks di meja registrasi untuk komunikasi cepat.
  • Memberi jeda agar peserta Tuli sempat melihat isyarat/teks sebelum berpindah topik.

Kesalahan umum yang perlu dihindari

  • Menyediakan juru bahasa mendadak sehingga tanpa materi dan tanpa waktu persiapan.
  • Menempatkan juru bahasa di sudut gelap atau terlalu jauh dari peserta Tuli.
  • Mengandalkan satu jalur akses saja — misalnya hanya isyarat tanpa teks, atau sebaliknya.
  • Melupakan sesi tanya-jawab dan jeda kopi, padahal interaksi juga terjadi di sana.
  • Menganggap semua peserta Tuli sama; kebutuhan setiap orang bisa berbeda.

Dasar hukum dan mengapa ini penting

Menyediakan akses bukan sekadar itikad baik. Undang-Undang No. 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas menjamin hak atas aksesibilitas, termasuk akses komunikasi dan informasi. Acara yang ramah Tuli memperluas jangkauan audiens, memperkuat reputasi penyelenggara, dan memastikan tidak ada peserta yang tertinggal. Untuk kerangka yang lebih lengkap, lihat checklist event inklusif dan pentingnya aksesibilitas dalam event perusahaan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu event ramah Tuli?

Event ramah Tuli adalah acara yang menyediakan akses visual atas semua informasi audio — melalui juru bahasa isyarat dan teks langsung — sehingga peserta Tuli dapat mengikuti dan berpartisipasi setara.

Apa saja yang wajib disiapkan agar acara ramah Tuli?

Empat hal utama: juru bahasa isyarat, teks langsung (caption/CART), informasi dan penanda visual, serta tata kursi dengan garis pandang yang jelas ke pembicara dan layar.

Apakah cukup menyediakan teks tanpa juru bahasa isyarat?

Tidak selalu. Sebagian peserta Tuli mengandalkan bahasa isyarat sebagai bahasa utamanya, sementara yang lain lebih terbantu teks. Menyediakan keduanya adalah pendekatan paling inklusif.

Berapa juru bahasa isyarat yang dibutuhkan untuk satu acara?

Untuk acara singkat cukup satu, tetapi acara berdurasi panjang idealnya dua juru bahasa yang bekerja bergantian agar konsentrasi dan akurasi terjaga.

Di mana sebaiknya juru bahasa isyarat ditempatkan?

Di dekat pembicara atau layar, dengan pencahayaan cukup pada wajah dan tangan, serta terlihat jelas oleh peserta Tuli dari area duduk prioritas.

Apa itu CART?

CART (Communication Access Realtime Translation) adalah layanan mengubah ucapan menjadi teks secara langsung yang ditayangkan di layar, membantu peserta Tuli maupun peserta dengan gangguan pendengaran mengikuti acara.

Bagaimana cara panitia berkomunikasi dengan peserta Tuli?

Berbicara menghadap peserta dengan tempo wajar, berkomunikasi langsung kepada peserta (bukan hanya ke juru bahasanya), dan sediakan kertas-pena atau aplikasi teks untuk pesan cepat.

Kapan sebaiknya memesan layanan aksesibilitas?

Sedini mungkin, sejak tahap perencanaan, agar ketersediaan juru bahasa, layanan teks, dan pengaturan teknis dapat dipastikan tanpa terburu-buru.

Apakah acara wajib menyediakan akses untuk Tuli?

UU No. 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas menjamin hak atas aksesibilitas komunikasi dan informasi, sehingga menyediakan akses menjadi bagian penting dari acara yang setara dan bertanggung jawab.

Terakhir diperbarui29 April 2026
KategoriAksesibilitas

Artikel Terkait

Buat acara yang ramah
Tuli dan inklusif

Hadirkan juru bahasa isyarat BISINDO & SIBI serta dukungan aksesibilitas untuk acara Anda — tatap muka maupun daring, dipercaya sejak 2007.