Juru bahasa isyarat untuk universitas adalah pendamping komunikasi yang menerjemahkan kuliah, diskusi, seminar, dan ujian secara langsung ke dalam bahasa isyarat, sehingga mahasiswa Tuli dapat mengikuti perkuliahan dengan pemahaman yang setara dengan teman dengarnya. Di lingkungan akademik, kebutuhannya bersifat berulang — bukan sekali acara — sehingga perencanaan per semester menjadi kunci.
Artikel ini membahas cara kerja juru bahasa isyarat di perguruan tinggi: mulai dari perkuliahan reguler, seminar dan sidang, ujian, perbedaan mencatat dan menerjemahkan, peran unit layanan disabilitas, hingga skema pemesanan rutin sepanjang semester.
Mengapa universitas membutuhkan juru bahasa isyarat
Perkuliahan berjalan cepat, padat istilah, dan sering berlangsung dua arah lewat tanya jawab. Tanpa juru bahasa isyarat, mahasiswa Tuli kehilangan banyak informasi yang tidak selalu tertutup oleh slide atau catatan. Menyediakan juru bahasa bukan sekadar bentuk kebaikan kampus, melainkan bagian dari pemenuhan hak. Undang-Undang No. 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas menjamin hak atas pendidikan dan aksesibilitas informasi bagi penyandang disabilitas.
Dengan pendampingan yang tepat, mahasiswa Tuli dapat mengikuti kelas, bertanya kepada dosen, berdiskusi dalam kelompok, dan menempuh ujian secara mandiri — sesuatu yang menjadi fondasi kesetaraan di pendidikan tinggi.
Situasi akademik yang memerlukan pendampingan
- Kuliah reguler — perkuliahan tatap muka maupun daring sepanjang semester.
- Seminar & kuliah tamu — acara dengan pembicara eksternal dan sesi tanya jawab.
- Sidang skripsi, tesis, dan disertasi — momen krusial yang menuntut akurasi tinggi.
- Ujian lisan & presentasi — mahasiswa Tuli perlu memahami pertanyaan penguji secara utuh.
- Praktikum & bimbingan — interaksi intensif dengan dosen dan asisten.
- Kegiatan kemahasiswaan — orientasi mahasiswa baru, organisasi, dan acara kampus.
Mencatat vs menerjemahkan: dua peran berbeda
Kampus kadang menyamakan pencatat (note-taker) dengan juru bahasa isyarat, padahal fungsinya berbeda dan saling melengkapi. Pencatat merangkum poin kuliah dalam bentuk tulisan agar mahasiswa punya materi belajar. Juru bahasa isyarat menerjemahkan komunikasi secara langsung sehingga mahasiswa Tuli dapat mengikuti dan ikut berinteraksi saat itu juga.
| Aspek | Juru bahasa isyarat | Pencatat (note-taker) |
|---|---|---|
| Waktu kerja | Langsung (real-time) | Saat kelas berlangsung, hasil tertulis |
| Bentuk keluaran | Bahasa isyarat dua arah | Catatan/ringkasan tertulis |
| Fungsi utama | Memahami & berinteraksi saat itu juga | Bahan belajar & pengulangan |
| Kapan ideal | Diskusi, tanya jawab, ujian lisan | Materi padat untuk dipelajari ulang |
Idealnya keduanya disediakan bersama: juru bahasa untuk interaksi langsung, catatan untuk belajar mandiri. Namun jika harus memilih untuk sesi interaktif, juru bahasa isyaratlah yang paling menentukan kesetaraan partisipasi.
Peran unit layanan disabilitas kampus
Banyak perguruan tinggi kini memiliki unit layanan disabilitas atau pusat disabilitas yang menjadi koordinator kebutuhan mahasiswa. Unit inilah yang idealnya mendata mahasiswa Tuli, memetakan jadwal kuliah, dan mengatur penjadwalan juru bahasa. Bermitra dengan penyedia jasa juru bahasa isyarat profesional membantu unit ini memenuhi kebutuhan tanpa harus merekrut dan melatih staf internal secara penuh.
Kunci layanan kampus yang baik bukan menyediakan juru bahasa sekali saat ada keluhan, melainkan membangun sistem penjadwalan yang konsisten sejak awal semester.
BISINDO atau SIBI di lingkungan kampus
Di Indonesia terdapat dua sistem isyarat: BISINDO (Bahasa Isyarat Indonesia) yang tumbuh alami dan paling banyak digunakan komunitas Tuli, serta SIBI (Sistem Isyarat Bahasa Indonesia) yang mengikuti tata bahasa Indonesia dan lazim di pendidikan formal. Karena banyak mahasiswa Tuli tumbuh dengan BISINDO dalam kesehariannya, sebaiknya kampus menanyakan preferensi tiap mahasiswa dan tidak berasumsi. Perbedaan keduanya kami bahas dalam BISINDO vs SIBI.
Booking rutin per semester dan penjadwalan
Kebutuhan kampus berbeda dengan acara satu kali. Jadwal kuliah tetap sepanjang semester, sehingga pendampingan paling baik dipesan sebagai paket berkala. Beberapa hal yang memperlancar penjadwalan:
- Bagikan jadwal kuliah lebih awal — sedini mungkin di awal semester agar ketersediaan juru bahasa terjamin.
- Kelompokkan sesi yang berdekatan agar efisien.
- Siapkan tim bergantian untuk kelas panjang; pada sesi lebih dari sekitar satu jam, dua juru bahasa yang bekerja bergantian menjaga akurasi.
- Kirim materi awal — silabus, slide, dan daftar istilah teknis agar terjemahan lebih presisi.
- Tetapkan titik kontak di unit disabilitas untuk perubahan jadwal mendadak.
Untuk kegiatan besar seperti wisuda atau seminar akbar, penyewaan alat interpreter dan pengaturan panggung juga perlu direncanakan bersama.
Menyiapkan kelas agar ramah juru bahasa
- Posisi terlihat jelas — juru bahasa berdiri dekat dosen dengan pencahayaan cukup dan latar tidak silau.
- Satu orang bicara pada satu waktu — dosen mengatur giliran bicara saat diskusi.
- Beri jeda saat membaca slide agar mahasiswa Tuli sempat melihat isyarat lalu layar.
- Sediakan meja untuk pencatat bila catatan juga digunakan.
- Untuk kelas daring, pastikan jendela video juru bahasa selalu tampil (fitur pin/spotlight) dan koneksi stabil.
On-site atau daring untuk perkuliahan
On-site (tatap muka) cocok untuk kelas fisik, praktikum, dan sidang yang menuntut interaksi langsung. Daring praktis untuk kuliah online, bimbingan jarak jauh, atau saat juru bahasa terbaik berada di kota lain. Banyak kampus memadukan keduanya. Pertimbangan lebih lengkap ada di layanan interpreter bahasa isyarat. Untuk kebutuhan interpreter bahasa lisan lintas bahasa, tersedia pula jasa interpreter.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa itu juru bahasa isyarat untuk universitas?
Juru bahasa isyarat kampus menerjemahkan kuliah, seminar, diskusi, dan ujian secara langsung ke bahasa isyarat, sehingga mahasiswa Tuli dapat mengikuti perkuliahan setara dengan mahasiswa dengar.
Apa bedanya pencatat dan juru bahasa isyarat di kampus?
Pencatat membuat ringkasan tertulis untuk bahan belajar, sedangkan juru bahasa isyarat menerjemahkan komunikasi secara langsung agar mahasiswa Tuli dapat memahami dan berinteraksi saat itu juga. Keduanya sebaiknya disediakan bersama.
Apakah juru bahasa dibutuhkan untuk sidang skripsi dan ujian?
Ya. Sidang skripsi, tesis, ujian lisan, dan presentasi menuntut akurasi tinggi, sehingga sangat disarankan menghadirkan juru bahasa isyarat agar mahasiswa memahami setiap pertanyaan penguji.
Siapa yang mengoordinasikan juru bahasa di universitas?
Biasanya unit layanan disabilitas atau pusat disabilitas kampus yang mendata mahasiswa Tuli, memetakan jadwal, dan mengatur penjadwalan juru bahasa bersama penyedia layanan.
Sebaiknya memakai BISINDO atau SIBI di kampus?
Tergantung preferensi mahasiswa. Banyak mahasiswa Tuli tumbuh dengan BISINDO, sementara SIBI lebih formal dan lazim di pendidikan. Sebaiknya kampus menanyakan langsung dan tidak berasumsi.
Apakah bisa memesan juru bahasa untuk satu semester penuh?
Bisa. Kebutuhan kampus bersifat berulang, sehingga pendampingan paling baik dipesan sebagai paket rutin per semester berdasarkan jadwal kuliah yang tetap.
Berapa juru bahasa yang diperlukan untuk kelas panjang?
Untuk sesi berdurasi panjang, biasanya dibutuhkan dua juru bahasa yang bekerja bergantian agar konsentrasi dan kualitas terjemahan tetap terjaga.
Apakah juru bahasa isyarat bisa mendampingi kuliah daring?
Bisa. Untuk kelas online, juru bahasa tampil melalui platform video dengan jendela yang di-pin agar selalu terlihat, cocok untuk kuliah dan bimbingan jarak jauh.
Kapan sebaiknya kampus memesan juru bahasa?
Sedini mungkin di awal semester setelah jadwal kuliah tersusun, agar ketersediaan juru bahasa dan pengaturan teknis dapat dipastikan.